Mengurangi atau Menambah?

Diposting pada

Ujian akhir sekolah (UAS) sudah datang, dosen sibuk dengan segala soal-soal di tiap bidang matakuliah yang ia ampu, sebagian mahasiswa main tebak-tebakan kira-kira soal seperti apa yang hendak keluar, sebagian mahasiswa berleha-leha dengan seribu satu kegiatannya. Tapi itulah tabiat mahasiswa, cerita tentang UAS tentu ngak afdhal kalo gak cerita tentang liburannya yang pasti selalu ada, ntah itu sebelum ujian atau biasa di sebut minggu tenang atau setelahnya yang memang benar-benar liburan. kebetulan di kampus saya semester ini gak ada minggu tenang, karena semester ini di kampus banyak kegiatan-kegiatan tambahan yang memakan jam kuliah, jadi terpaksa minggu tenang yang seharusnya ada di pakai untuk mengganti kuliah yang belum tuntas materinya, jadi yah kita cerita tentang liburan pasca UAS aja deh.

Cerita tentang liburan, ada neh ide buat backpackeran ke karimun jawa bersama teman sejawat, sepertinya memang pas ngabisin sebagian waktu liburan disana, secara dari tempatnya memang menawan. Pengen main snorkeling dan diving disana setelah setahun yang lalu diving di gili trawangan, lombok jadi kangen dengan keindahan bawah laut yang bagi saya mempunyai tempat tersendiri deh di hati saya, buat cewek jangan cemburu yah.. hehee 🙂


Nah sekarang ini nih ada sebuah permasalahan, kalo di ibaratkan sebuah negara, posisi finansial sekarang ini seperti indonesia pada tahun 2008, yaitu krisis moneter yang terjadi di rumah tangga indonesia, saya cerita ini nih bukannya hendak mengeluh sih, atau minta sumbangan untuk jalan-jalan, kan gak lucu kalo inti ceritanya Cuma minta uang untuk jalan-jalan, jalan-jalan atau backpackeran yang keren itu harus pake uang sendiri donk, iya gak guys?

Baca Juga  Masih Banyak Cinta Dari Hati Seorang Anak Buat Ibu

Tapi pernah suatu kali saya membaca sebuah buku, isinya begini nih. Kalau pemasukan finansial kita lebih kecil daripada pengeluaran finansial kita, maka seyogyanya jangan kita menurangi pengeluaran kita agar pemasukan kita bisa seimbang dengan pengeluaran kita. Tapi sebagusnya kita itu menambah pemasukan kita agar kita bisa menyeimbangi pengeluaran kita, lebih bagus dan terbagus lagi pemasukan kita lebih besar dari pengeluaran itu tadi.

Pesan yang bisa saya ambil dari isi buku yang pernah saya baca tadi untuk menanggapi keadaan saya saat ini, dimana saya mempunyai keinginan untuk bacpackeran ke karimun jawa yang saya sebut sebagai pengeluaran, dan dimana keadaan finansial saya yang krisis maka keadaan ini tentu pemasukan lebih kecil dari pengeluaran, maka saya seharusnya memang harus mencari rezeki agar niat saya bisa tersampaikan, disini saya ngak seharusnya menghilangkan niat dan keinginan saya untuk backpackeran ke karimun jawa, kalaupun nantinya rezeki saya belum mencukupi untuk backpackeran kesana, maka keinginan saya setidaknya harus tetap ada, niat itu harus ada, masalah kapan kesana itu soal waktu. Dalam waktu dekat nanti bisa kesana, yah semoga saja.



Dalam catatan ini kutuliskan keinginanku agar kakiku bisa menginjakkan di pulau “karimun jawa” menyelami indah lautan indonesia dan itu pasti akan saya capai, karena ini do’a. Ini masalah waktu. InsyaALLAH.

#Kaliurang, 30 Januari 2013. untuk sebuah niat yang merayuku berkelana.