Peran Penting Transportasi Modern Berteknologi Tinggi Dalam Memajukan Indonesia

Diposting pada

EKSYAM.COMPeran Penting Transportasi Modern Berteknologi Tinggi Dalam Memajukan Indonesia. Berbagai kasus kecelakaan dalam berbagai moda transportasi terjadi di Indonesia. Banyaknya kecelakaan yang terjadi di Indonesia beberapa tahun yang lalu menunjukkan bahwa masalah transportasi di Indonesia menunjukan masalah yang serius. Hal tersebut dikarenakan masih rendahnya tanggung jawab, teknologi yang belum maju, dan juga sistem transportasi yang sangat buruk.

Transportasi berhubungan erat dengan manusia dan masyarakat sebagai pengguna jasa dan konsumen. Merupakan suatu hal yang sangat ironis ketika alat transportasi yang layak telah menjadi suatu kebutuhan primer bagi penggunanya akan tetapi, pada kenyataannya alat transportasi yang layak tidak tersedia di masyarakat.

Wajar jika pembangunan transportasi Indonesia saat ini terfokus pada pembangunan di darat. Hal itu karena kondisi jalan di darat pun tergolong cukup memprihatinkan. Indonesia mempunyai panjang jalan 300.000 km tetapi kondisi jalan yang layak hanya 60% saja, sedangkan yang lain dalam kondisi rusak ringan dan berat (Susantono, 2004). Masalah tersebut bukan menjadi suatu alasan bagi pemerintah untuk memfokuskan pembangunan transportasi di darat saja karena wilayah Indonesia sebagian besar adalah wilayah lautan.

Mengutip pernyataan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang menyatakan transportasi antar moda menjadi kunci untuk Indonesia maju. Hal ini disebabkan transportasi selalu hadir disetiap kegiatan sehari-hari seluruh masyarakat (Kompas).

Apa itu Transportasi Antarmoda?

Transportasi antarmoda sendiri merupakan transportasi penumpang dan atau barang yang menggunakan lebih dari satu jenis moda transportasi dalam satu perjalanan. Contohnya: Seorang traveller dari Perancis berencana mengunjungi Yogyakarta. Untuk itu, ia mengambil penerbangan langsung dari Paris ke Jakarta dan melanjutkan perjalanan dengan menggunakan kereta api menuju Yogyakarta.

Moda transportasi terdiri dari moda transportasi kereta api, sungai, danau, jalan, laut dan udara. Masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda sesuai dengan kondisi geografis dan kebutuhan transportasi di suatu wilayah.

Perkembangan transportasi yang semakin membaik mendorong efisiensi kasat mata ataupun biaya implisit, sehingga produktivitas dalam beraktivitas baik dalam keseharian dan komersial semakin meningkat. Perkembangan pun dapat dilakukan lebih optimal karena daya jangkau yang lebih luas sampai ke ujung-ujung Indonesia.

Tidak dapat dipungkiri lagi jika transportasi modern berteknologi tinggi saat ini menjadi kunci untuk Indonesia maju. Selain itu juga dapat meningkatkan produktivitas dalam beraktivitas di keseharian juga secara komersial. Transportasi dapat merajut nusantara, membangun bangsa hingga ke pelosok negeri Indonesia.

Upaya tersebut tidak hanya dilakukan di pulau Jawa, tetapi sampai dengan pelosok tanah air. Tidak hanya di kota besar, tetapi merambah hingga ke daerah-daerah terpencil. Tidak hanya melayani masyarakat maju, tetapi juga masyarakat tertinggal. Harapannya dengan transportasi unggul, Kemenhub dapat ikut merajut tali persaudaraan, persatuan, dan solidaritas antar daerah di Indonesia. Transportasi berperanan besar pada kemajuan suatu bangsa.

Baca Juga  Kerja Part Time Online di Bidang IT


Transportasi telah hadir sejak lama, bahkan sejak zaman Romawi terbukti bahwa sarana dan prasarana transportasi dapat memperkuat daya saing dan juga mendorong perkembangan suatu bangsa. Dengan adanya kecepatan waktu dan jarak tempuh, efisiensi biaya dan kemudahan bertransportasi, tingkat keselamatan dan keamanan lebih tinggi, maka akan semakin efektif juga pelayanan transportasi.

Konektivitas Sistem Transportasi

Dengan potensi yang dimiliki Indonesia maka harus didukung juga dengan sistem transportasi yang handal seperti pengadaan transportasi laut, pembangunan dan pemeliharaan kapal pelabuhan barang, pembangunan tol laut guna penyerataan harga komoditas, menghilangkan pungli di pelabuhan, serta konektivitas sistem transportasi.

Peran Penting Transportasi Modern Berteknologi Tinggi Dalam Memajukan Indonesia
peta koneksi transportasi di jakarta

Pembangunan moda transportasi yang terintegrasi contohnya BRT di Jogja, MRT di Jakarta, kemudian adanya kapal ro-ro untuk kemudahan akses serta perubahan paradigma distribusi dari darat ke laut merupakan wujud nyata pembangunan transportasi.

mrt jakarta
mrt jakarta, image by @raga.ptra

Tanpa adanya suatu sistem transportasi yang layak dan aman, perpindahan orang maupun barang akan menjadi suatu hal yang tidak mungkin dan sulit dilakukan. Terobosan – terobosan baru Transportasi Modern Berteknologi Tinggi sudah dimulai, dan semoga Teknologi Transportasi di Indonesia terus ditingkatkan lagi untuk kemajuan Indonesia.

Berikut ini preview sistem perkeretaapian MRT Jakarta yang terdiri dari sebelas pekerjaan utama yang beberapa di antaranya adalah teknologi baru perkeretaapian yang baru diterapkan di Indonesia, seperti Platform Screen Doors (PSD) dan sistem persinyalan Communication-based Train Control (CBTC). Berikut penjelasan singkat terkait sistem perkeretaapian yang digunakan di MRT Jakarta:

1. Substation System

Sumber listrik MRT Jakarta diperoleh dari dua gardu induk milik PT PLN (Persero) yaitu Gardu Induk Pondok Indah dan Gardu Induk CSW. Dari dua gardu induk ini, listrik dengan tegangan 150kV diterima oleh Receiving Substation (RSS) lalu diubah menjadi 20kV untuk keperluan operasi RSS, Traction Substation (TSS)/Gardu Traksi, dan Electrical Room (ER) di setiap stasiun/depo. Dua suplai tegangan tinggi ini merupakan jaminan operasional MRT Jakarta. RSS menggunakan sistem GIS (Gas Insulated Switchgear) yang ditempatkan di bawah tanah. Sistem ini memiliki ukuran yang lebih compact daripada switchgear konvensional.

TSS/gardu traksi sepanjang jalur MRT Jakarta terdiri atas TSS Lebak Bulus, TSS Cipete Raya, TSS Sisingamangaraja, dan TSS Dukuh Atas. Kapasitas TSS didesain dengan memperhitungkan beban motor traksi pada kereta/rollingstock dengan konfigurasi rangkaian sesuai kebutuhan operasional. Keluaran TSS adalah listrik 1500V DC sebagai penyulang/feeder kereta/rollingstock melalui Overhead Contact System(OCS).

2. Overhead Contact System

Fungsi utamanya yaitu menyalurkan listrik 1500 V DC sepanjang jalur MRT Jakarta ke rolling stock/kereta. Terdapat 2 (dua) jenis OCS yang digunakan di MRT Jakarta yaitu Simple Catenary System (SCS) untuk depo dan jalur layang, serta Rigid Suspension System (RISS) untuk area bawah tanah.

Baca Juga  Mencuci Baju Bayi Ada Caranya Sendiri

3. Sistem Distribusi Daya/Power Distribution System

Fungsi dari subsistem ini adalah untuk mendistribusikan tenaga listrik ke stasiun dan depo. Subsistem ini mencakup penyaluran tenaga listrik dengan tegangan 20 kV (keluaran dari RSS) ke setiap stasiun dan depo, lalu diubah menjadi tegangan rendah 380V/220V. Sistem kelistrikan MRT didukung oleh penyulang ganda untuk meningkatkan keandalan system.

4. Sistem Persinyalan/Signaling System

MRT Jakarta menggunakan sistem persinyalan Communication-based Train Control (CBTC) dengan menggunakan moving block system. Sistem persinyalan ini bekerja sinergis antarempat bagian yang penting, yaitu Automatic Train Supervisory (ATS) yang berada di Operation Control Center(OCC); Peralatan di lapangan (wayside equipment) baik yang berada di stasiun maupun di sepanjang jalur kereta; Jaringan data komunikasi sebagai penghubung peralatan di lapangan dan di dalam kereta; dan Peralatan di dalam kereta (on-board equipment).

5. Sistem Telekomunikasi/Telecommunication System

Sistem ini menyediakan hal-hal yang berkaitan dengan kebutuhan komunikasi dan informasi yang diperlukan dalam operasional MRT Jakarta. Mulai dari penyediaan infrastruktur jaringan untuk backbonekomunikasi data, penyediaan sistem radio dan telepon untuk komunikasi antarpersonel, penyediaan informasi keamanan dan keselamatan melalui kamera pengawas (CCTV System) dan Disaster Prevention System, hingga penyediaan informasi untuk penumpang berupa informasi waktu dan jadwal perjalanan kereta melalui Clock System, Public Address System, dan juga Passenger Information Display System.

6. Power SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition)

Fungsi utamanya adalah mengatur dan memonitor RSS, TSS, dan ER, yaitu untuk tegangan (150kV, 20kV, 380V AC, dan 1500V DC); arus (150kV, 20kV, 380V AC, dan 1500 DC); status CB dan DS; status dan alat proteksi; serta alarm.

7. Facility SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition)

Merupakan sistem yang berfungsi untuk memonitor perangkat-perangkat fasilitas yang berada di dalam stasiun sehingga dapat mendeteksi kegagalan sistem secara cepat serta mengontrol beberapa kipas/fan di stasiun bawah tanah.

8. Automatic Fare Collection System

Sistem tiket elektronik di MRT Jakarta, dengan menggunakan IC card Ticket yang dapat di beli di loket/Ticket Office Machine atau di mesin tiket otomatis/Ticket Vending Machineyang disediakan di area stasiun, pengguna layanan MRTJ dapat masuk ke area berbayar/paid area melalui gerbang penumpang/passangergate untuk kemudian naik ke kereta MRTJ. Setelah sampai di stasiun tujuan penumpang dapat melakukan tap out di gerbang keluar/exit gate.

Sistem tiket ini juga akan mendukung program penggunaan uang elektronik perbankan yang digaungkan pemerintah. Sistem tiket otomatis ini diatur agar kecepatan penumpang sejak dari pembelian tiket hingga melewati gerbang penumpang/passenger gate dapat menambah kenyamanan pengguna MRT Jakarta.

Baca Juga  Cara Instal Python 3 di CentOS 7

9. Platform Screen Doors

Adalah partisi pembatas antara area peron penumpang dengan rel kereta. Terdiri dari dua jenis, yaitu full height untuk stasiun bawah tanah dan half height untuk stasiun layang. PSD terdiri dari pintu buka tutup otomatis, fixed door, dan pintu darurat. Buka tutup pintu otomatis terhubung dengan sinyal kereta dan dilengkapi dengan lampu alarm buka tutup.

10. Elevator dan Eskalator

Eskalator:



Adalah salah satu transportasi vertikal berupa konveyor untuk mengangkut orang, yang terdiri dari tangga terpisah yang dapat bergerak ke atas dan ke bawah mengikuti jalur yang berupa rail atau rantai yang digerakkan oleh motor.Terdapat 4-unit pada setiap stasiun pada level ground to Concourse 2-unit dan Concourse to Platform 2 unit, khusus pada Stasiun Fatmawati terdapat 6 unit yaitu Ground to Intermediate 2 unit, Intermediate to Concourse 2 Unit dan Concourse to Platform 2 unit, Sudut kemiringan 30°, lebar anak tangga 1.000 mm dengan 3 flat step, kecepatan 0.65 m/sec dan dengan kapasitas 11.700 person/h. Ada dua tipe eskalator yang digunakan, yaitu eskalator tipe luar ruang/outdoor dan eskalator tipe dalam ruang/indoor.

Elevator/lift:

Adalah angkutan transportasi vertikal yang digunakan untuk mengangkut orang atau barang. Di MRT Jakarta, penggunaan elevator diprioritaskan untuk usia lanjut, penyandang disabilitas, ibu hamil, dan orang tua yang membawa anak dengan kereta dorong. Panel tombol pada unit elevator menggunakan standar ketinggian 90 – 120 cm (sesuai dengan kenyamanan pengguna kursi roda dengan fitur handicapped operating panel/HCOP. Elevator yang digunakan pada stasiun MRT ini merupakan tipe Machine Room Less (MRL) elevator, yaitu tidak memiliki ruangan khusus di atas elevator shaft untuk peletakan mesin penggeraknya, dan memiliki mesin yang lebih kecil, yang diletakkan pada ruang override pada bagian atas hoistway.

Tipe elevator yang digunakan pada setiap stasiun MRT merupakan passenger type, yang memiliki kapasitas maksimum 900 kg, dan memiliki travel speed 60 m/min. Akan ada dua jenis bukaan pintu, yaitu Pass Through Door Opening dan Corner Door Openingdengan pertimbangan kemudahan penumpang prioritas (lansia, ibu hamil, pengguna kursi roda, dan orang tua dengan kereta dorong) agar tidak perlu berbalik 360°ketika masuk atau keluar elevator.

11. Track work

Tipe struktur rel kereta api yang digunakan terdiri dari Ballasted Track untuk area Depo, Direct Fixation Track with Anti-Vibration Sleeper untuk konstruksi layang, dan Direct Fixation Track with PC Sleeper untuk konstruksi bawah tanah.

Nah demikian penjelasan tentang teknologi terkini yang di implementasikan di transportasi indonesia, penjelasan teknologi diatas berdasarkan data di situs https://www.jakartamrt.co.id  Untuk mengikuti perkembangan teknologi transportasi, kalian bisa mengunjungi:

Website Kemenhub : http://dephub.go.id

Twitter : https://twitter.com/kemenhub151

Facebook : https://www.facebook.com/kemenhub151

Instagram : https://instagram.com/kemenhub151